Mantash Rilis Album yang Direkam di Rumah Angker

“MORBID ALTAR” dipercayai memiliki mitos kosmik oleh masyarakat local penganut sekte“Kejawen” dan “Kapitayan”

Mantash merupakan grup Black Metal, terbentuk pada 21 April 2019, lahir dari negeri kahyangan Dieng “Die Hyang”, terletak di dataran tinggi Jawa Tengah. Mantash mengusung tema konflik seputar kegelapan, atmosfir dingin, penghujatan, sihir, metafisika, solar system, black antro, dan sekte rahasia.

Mantash - Samiri - Thyra Ahsanantrakh & Velomancy Kalikamaya el Blasphemous / E. Velocity / Ervan Muzakki

Mantash adalah grup duo Thyra Ahsanantrakh (guitar, vocal) dan Kalikamaya The Blasphemy (drum, vocal), faktanya (Mantash lebih suka dijuluki sebagai sekte, daripada disebut sebagai band). Dalam ramuannya, Mantash terobsesi oleh katyusha artillery, voodoo, batu bintang jatuh, oort/interstellar cloud, putra sang fajar, super cluster dan gog magog.

Mantash - Samiri - Morbid Altar

Pada Mei 2020 Mantash merilis album perdana bertajuk “SAMIRI”, berisi 15 ramuan atmosfir kekacauan kegelapan. Album “SAMIRI” direkam secara classic analog live recording dengan teknik high sensitivity analog record untuk menangkap “roh” dari instrument musik dan atmosfir cosmic secara organic, proses perekaman audio dieksekusi oleh Mantash sendiri di sebuah bangunan kosong yang dijuluki “MORBID ALTAR”, berlokasi di desa tertinggi di pulau Jawa, Indonesia.

Mantash - Band Logo 2

“MORBID ALTAR” dipercayai memiliki mitos cosmic oleh masyarakat local penganut sekte “Kejawen” dan “Kapitayan”. Alasan Mantash melakukan perekaman audio dengan teori metode teknis analog high sensitivity di tempat tersebut karena “MORBID ALTAR” cocok untuk menciptakan (kebutuhan) “roh” karakter sound yang sesuai dengan tema album “SAMIRI” dan nyawa dari Mantash.

Mantash - Samiri - Thyra Aksanantrakh

Karakter tersebut dapat didengar dalam tracklist album. Pada track “Pa Nan Dir”, nuansa ambient mantra diucapkan dalam panjatan ejaan dan diramu menjadi satu track yang mengaburkan. Mantash pun tidak mengungkapkan maksud dari pembuatan track “Pa Nan Dir” karena alasan yang sangat private. Dilanjutkan dengan 13 tracks sequel Bertajuk “Samiri I sampai MMXIXVIV” dengan formula riff kasar dan pedas dipadukan bersama dentuman aggressive meledak-ledak, serta raungan vocal meronta-ronta (orang kesurupan) dalam ucapan mantra hitam ibrani sihir israiliyat mengobsesikan peperangan, kekacauan, dan kegelapan kabur.

 

https://www.youtube.com/watch?v=Q36C3IDCHZ0

Mantash - Samiri - Thyra Ahsanantrakh

Diantara track yang menggebu-gebu, justru terdapat pula track bertempo lambat dan dingin yang menimbulkan nuansa gelap tak berujung dan shamanic. Karakter sound raw, gelap, dingin, dan kabur sengaja di desain oleh Mantash sendiri dengan tujuan mengembalikan esensi estetika semiotik dari Black Metal.

Mantash - Samiri - / Velomancy Kalikamaya el Blasphemous / E. Velocity / Ervan Muzakki

Ahsanantrakh dengan keras mengungkapkan

“Black Metal bukan soal seberapa hebat skill bermusik atau seberapa bagus dan rapi kualitas audio, bukan juga copy-paste dari karakter sound-sound para dedengkot Black Metal. Tapi, ini soal kejujuran dalam menghadirkan dan menghidupkan atmosfir-atmosfir untuk tujuan-tujuan kami yang bersifat private.”, ungkap Ahsanantrakh.

Mantash - Samiri - Kalacemeti Records CD 2

“Ya, saat band-band metal lain berlomba-lomba untuk mendapatkan sound yang terbaik, kami justru membuat sound yang terburuk dan terkutuk, jajaja.”, tambah Kalikamaya dengan candaan.

 

Bahkan, saat Kalacemeti Records menawarkan tur panggung untuk Mantash, Ahsanantrakh dan kalikamaya secara tegas mengatakan “kami tak akan manggung!”.

 

“Kami mendirikan Mantash bukan untuk panggung, tapi untuk mengimplementasikan tujuan-tujuan kami, ya! Seperti halnya peribadatan dalam sebuah sekte yang tertutup.”, tegas Ahsanantrakh.

 

“Yeah, kami lebih suka naik gunung daripada naik panggung, jajaja.”, tambah candaan Kalikamaya.

Mantash - Samiri - Jems Label Records Cassette Tape 2

Dalam album “SAMIRI”, Mantash melibatkan beberapa artist dari Yogyakarta, Indonesia, dalam pengolahan visual pada desain paket album. Original album art bertema middle eastern israiliyat di ilustrasikan oleh Lois Nur Fathiarini dari Stroberihitam dan Carpediem Tattoo Studio Indonesia, Logo dan ikon Mantash di desain oleh fine artist Farid Nurul dari Finesun.

 

Fotografi Ahsanantrakh difoto oleh fine artist Nurify Basuki, fotografi Kalikamaya difoto oleh photographer Michelle Lee Steven, Layout album di desain oleh cinematographer Ervan Muzakki, sementara fotografi dalam lyric art dibuat oleh Mantash. Album “SAMIRI” dirilis oleh Kalacemeti Records (Central Java, Indonesia) dalam format CD dan Digital.

Mantash - Samiri - Jems Label Records Cassette Tape

Dengan khas primitive, raw, and ugly dan track-track agresif namun variatif, Mantash berhasil menyihir, mengaburkan, dan menggelapkan, yang tentunya tak akan jemu dan sadar meski dalam satu album “SAMIRI” memiliki 15 track lagu. Cold nasty, cute but creepy, pretty as barzakh, obsure and possessed.

Related News

ZIZ - Black War - Artwork 4

Bisikan Iblis dari Udara

Aku tidak bernyanyi seperti vokalis Black atau Death Metal. Aku cuma mencoba menirukan suara angin sambil trip dalam kerasukan setan.

KALACEMETI RISET DAN ASET

Jl. Selomerto Madukara #06-07

Jagalan, Selomerto, Wonosobo

Jawa Tengah - 56361, Indonesia

KALACEMETI RISET DAN ASET

Jl. Selomerto Madukara #06-07

Jagalan, Selomerto, Wonosobo

Jawa Tengah - 56361, Indonesia

KALACEMETI RISET DAN ASET

Jl. Selomerto Madukara #06-07

Jagalan, Selomerto, Wonosobo

Jawa Tengah - 56361, Indonesia